Friday, December 22, 2017

[60] Ibu, Maafkan Anakmu Ini

Jika ada yang bertanya, siapa orang yang paling berjasa dalam kehidupanku, tanpa perlu berpikir panjang aku akan menjawab: IBU. Sosok sederhana, ulet, dan pekerja keras, yang selalu berusaha melakukan apapun demi dapat bertahan hidup dan membuat anak-anaknya bahagia. Dalam segala keterbatasan, Beliau mampu untuk tetap berdiri tegak melawan kerasnya hidup. Aku yang saat ini tengah 'belajar' menjadi seorang ibu, baru benar-benar merasakan betapa luar biasanya perjuangan untuk menjadi madrasah pertama bagi anak.
Momen hari Ibu kali ini sungguh terasa berbeda. Mungkin selain karena aku sudah merasakan bagaimana perjuangan melahirkan seorang anak, juga karena saat ini aku punya banyak waktu berdua dengan ibuku. Habisnya masa cuti melahirkan memaksaku untuk kembali menjalani LDM dengan suami, kali ini alhamdulillah ditemani Ibuku. 


Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Lirik lagu ini memang benar adanya, kasih Ibu itu punya awal, tapi tidak pernah punya akhir. Ibu akan sedih jika melihat anaknya sedih, dan akan bahagia jika melihat anaknya bahagia. Ibu hanya terus memberi dan memberi, tanpa pernah berharap balasan dari pemberiannya itu.

Ibu, maafkan jika selama ini anakmu ini lalai
Lalai dari memperhatikanmu
Maaf jika anakmu ini sering membuatmu sedih
Maaf jika selama ini jarang menelponmu
Sering mengabaikan nasehatmu
Belum bisa membahagiakanmu
Ibu, semoga Allah perkenankanku untuk selalu membuatmu tersenyum
di masa tuamu
Semoga Allah mengijinkan kita untuk selalu berkumpul hingga ke jannah-Nya 


Wednesday, October 14, 2015

[59] Belajar Konsisten Itu [Tidak] Mudah

Alhamdulillaaah,,akhirnya setelah sekian lama blog ini gak bisa dibuka, malam ini bisa buka lagi :"). Tinggal sekarang harus bisa konsisten untuk mulai nulis lagi. Nulis apa aja boleh. Semoga bisa konsisten. Hamasah!!!

Friday, December 19, 2014

[58] Quilling Paper

gudungisengblog.blogspot.com
www.pinterest.com
chaamisquillingwallet.blogspot.com

Monday, September 22, 2014

[57] Bismillah...Yang Penting Niatnya.


Niat adalah point penilaian dasar yang akan menjadi rujukan apakah hal berikutnya yang kita lakukan bernilai atau tidak. Yups...kadang kita lupa, setiap hal yang kita lakukan-mulai dari hal kecil sejak kita bangun tidur sampai tidur lagi-semuanya akan dinilai oleh Allah. Status-status kita di media sosial misalnya, hanya kita dan Allah yang tahu apa sebenarnya niat yang melatarbelakanginya. Salah satu hal yang sebenarnya sangat aku takuti adalah ketika tidak bisa menjaga niat dari awal hingga akhir dan bahkan setelah melakukan sesuatu. Yang namanya manusia, hatinya pasti tak luput dari bisikan-bisikan setan laknatullah (semoga Allah senantiasa menjaga hati-hati kita). Bisa jadi awalnya kita memang berniat karena Allah, tetapi dalam perjalanannya tak jarang niat itu melenceng dari semestinya. Itulah mengapa niat itu perlu diperbarui kembali, diluruskan-kalau2 sudah melenceng dari yang seharusnya. So...semangat untuk melakukan hal2 baik karena Allah. Bismillah.

sumber gambar: iluvislam.com

Wednesday, September 17, 2014

[56] Welcome Back!


Bismillahirrahmaanirrahim
Assalamualaikum....
Setelah sekian puluh tahun lamanya#halah-lebay :D ...akhirnya bisa kembali gores2 disini. Terima kasih kepada mbah Google yang telah membantu saya untuk mengembalikan akun yang menghilang#hiks...bilang aja gak niat nyari. Selanjutnya saya akan besih2 dulu, sudah terlalu banyak sarang laba-laba di rumah ini. Semoga ke depannya bisa lebih produktif dan bermanfaat, bukan sekedar tempat buang sampah yang tak berguna. Setidaknya, kalaupun sampah yang dibuang, itu adalah sampah yang masih bisa didaur ulang, bisa diambil sisi positifnya. Hamasaaaah!!!
sumber gambar:
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fimages6.fanpop.com

Friday, May 25, 2012

[55] Ngigau Lagi...Lagi-lagi Ngigau

Bismillah. Assalamualaikum,,Sobat..
Sepertinya sudah cukup lama gak posting lagi#plak..dasar males:D. Postingan kali ini aku tertarik dengan kata "MENGIGAU" alias nglindur. Because what??(baca:karena apa??#hehe..ngawur bahasane). Akhir-akhir ini aku baru nyadar kalo aku punya kebiasaan #aduh...jangan dooong*_*# mengigau.
Ceritanya, kemarin waktu konsinyering di sebuah hotel, kebetulan aku sekamar sama Mbak R*tno dan Bu R*rin. Mungkin sekitar jam setengah 3 pagi kali ya,,aku dibangunin sama Mbak R*tno. Nah, abis bangun itu , masih dengan sedikit bingung, tapi aku langsung conect knapa mbaknya bangunin aku..

Friday, May 4, 2012

[54] Bagaimana Membangun Komitmen Diri

Setiap orang tentu punya takdirnya sendiri, pun bagaimana cara seseorang menghadapi takdirnya-segala sesuatu yang ada di hidupnya-pasti berbeda dengan orang lain. Namun satu hal yang mungkin kita sepakat adalah bahwa untuk mencapai sukses dalam menjalani takdir dan meraih apa yang kita harapkan diperlukan komitmen. Teorinya begitu. Tentu saja tidak terlepas dari kekuasaan atau kehendak Allah. Jika secara teori sudah kita kerjakan dengan benar namun hasilnya tidak sukses/tidak sesuai harapan, maka itu artinya Alloh sedang mempersiapkan rencana lain yang lebih indah untuk kita. Berbicara komitmen berarti berbicara tentang bagaimana kita menjalankan apa yang menjadi janji kita secara konsisten. Janji itu bisa ditujukan buat diri sendiri, keluarga, perusahaan, Allah, dan sebagainya, yang akhirnya membentuk komitmen terhadap diri sendiri, komitmen terhadap keluarga, komitmen terhadap perusahaan, komitmen terhadap Allah, dst.
Pertanyaannya, bagaimana cara untuk membangun dan menjaga komitmen diri, yang merupakan kunci terjaganya komitmen-komitmen yang lain?

Tuesday, April 17, 2012

[53] Hemat Pangkal.....???

9 april 2012
Aku masih saja tersenyum geli ketika angkot jurusan Melayu-Gandaria melaju membawaku ke Otista Raya. Adek lesku secara tak sengaja, secara alami, telah membuatku agak jengkel tapi juga tertawa geli. Pelajaran matematika dan bahasa indonesia menjadi menu utama hari ini. Mungkin sama seperti kebanyakan anak kelas 2 SD yang lain, adekku ini susah sekali untuk fokus belajar, maunya maen2 aja. setiap akan belajar adaaa aja tingkahnya. Sepak (bola) boneka, loncat2 di kasur, sampe manjat lemari ,,,ckckck. 
"Heh,,ayo turun dek, jatuh lho ntar", sedikit khawatir, tapi aku masih sambil menulis di whiteboard yang ada di bawah.
"Ahh...gapapa mbak ngomong aja, masih denger kok"
Dua menit berjalan...tiba-tiba...kyaaaa, dia lompat membanting dirinya dari atas lemari ke kasur >,<

Thursday, February 23, 2012

[52] Sempurna_My Own Version

[pake lagunya Gita Gutawa, Andra and The Backbone] 

Kau begitu sempurna
dimataku Kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujaMu
disetiap langkahku ku kan slalu memikirkan diriMu
tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintaMu

janganlah Kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamaMu ku akan bisa

Kau adalah Allahku
Kau adalah Robbiku
Kau adalah Tuhanku
lengkapi hidupku
oh Allah Engkau Yang Maha Sempurna

Monday, February 20, 2012

[51] Ibu...Aku Juga Anakmu..

Setiap anak punya hak atas orang tuanya. Hak untuk memperoleh kasih sayang, perhatian, hak untuk tercukupi kebutuhannya-yang tentu ada batasannya-, hak untuk memperoleh sarana pengetahuan dan pengembangan diri, dsb; dan adalah kewajiban orang tua untuk berlaku adil terhadap anak-anaknya. Terkadang aku merasa kasihan jika ada anak yang diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya, sedangkan ia melihat saudaranya 'dilebihkan' dari dirinya.
Pengalamanku sendiri dalam melihat kondisi seperti itu, kulihat di keluarga adek lesku. Seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, adek lesku ada dua, I***** dan L*****. Mereka punya kakak, ***** namanya. Dia adalah anak yatim yang kemudian diangkat dan diasuh oleh keluarga adek lesku. Entah saat umur berapa, ayahnya-yang merupakan saudara dari ayahnya I*****-meninggal karena stroke. Sejak saat itu ia tinggal bersama keluarga dek I. ***** sendiri mungkin merasa sadar bahwa ia berhutang budi pada keluarga dek I, sehingga ia terlihat lebih mengalah daripada adik-adiknya (meskipun dalam hati juga pastinya ingin diperlakukan sama). Pernah suatu ketika dia menyatakan isi hatinya, ketika kami-aku dan dek I-tengah belajar.
"Enak ya jadi dek I*****, mau belajar bisa les. Apa-apa diturutin", dia masih duduk di kasur yang terletak di samping tempat belajar kami. Mukanya tenang. Mungkin saat itu hatinya sedang bergejolak.

Thursday, February 16, 2012

[50] Subhanallah..Usia 82 Tahun Hafal Al Qur'an

RUBRIK KELUARGA pada Majalah Ad-Dakwah selalu menghadirkan kepada para pembacanya kisah-kisah yanq penuh keteladanan dan juga berbagai informasi yang menyejukkan hati.
Berikut ini adalah salah satu pengalaman nyata yang dimuat dalam majalah tersebut.  Mari kita simak bersama!
Ummu Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.
Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih.
Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?
Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.
Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat.   Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.
Nah, ketika mereka sudah dewasa dan berkeluarga, maka waktu ku pun kembali luang. Dan hal yang pertama kali aku tunaikan adalah mencurahkan tenaga dan waktuku untuk mewujudkan cita-cita agungku yang tertunda untuk menghafal Kitabullah Azza wa Jalla.
Bagaimana awal perjalanan Anda dalam menghafal?
Aku mulai menghafal kembali ketika putri bungsuku masih duduk di bangku Tsanawiyah (SMP).  Dia salah satu putriku yang paling dekat denganku, dan dia sangat mencintaiku.  Sebab kakak-kakak perempuannya telah menikah dan disibukkan dengan kehidupan baru mereka.  Sedangkan, dia (putri bungsuku) tinggal bersamaku. Dia sangat santun, jujur, dan mencintai kebaikan.
Putri bungsuku pun bercita-cita untuk menghafal Al-Qur’an—terlebih ketika ustadzahnya menyemangati dirinya. Dari sinilah, saya dan juga putri bungsuku menghafal Al-Qur’an, setiap hari 10 ayat.

[49] Kisah Inspiratif dari Tukang Becak Yang Luar Biasa!!!

BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.


Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Monday, February 13, 2012

[48] Balada Hari Ini_Pak, Jangan Tilang Kami Doong*_*

Hari ini just ngerjain pe er, tak ada belajar matematika, jadi sekitar jam delapan kami udh selesai. Selanjutnya giliran Latifa belajar. Tak seperti adiknya, ia lebih suka belajar matematika. Sekitar lima belas menit berjalan, lima soal tentang pecahan telah diselesaikan. Kemudian ia memintaku menjelaskan tentang materi berikutnya, masih tentang pecahan-penjumlahan dan pengurangan pecahan. Alhamdulillah, jam setengah sembilan lewat sepuluh menit akhirnya selesai juga. Biasanya aku pulang dianter sama papa/mamanya adek lesku sampe ketemu angkot di jalan, tapi hari ini kulihat dirumah agak sepi, aku sudah menduga kalo mereka masih ada urusan di luar.
“Dek, mbak pulang dulu ya”, Ikhlas dan kakaknya, Ridho, masih nonton TV di deket ruang makan.
“Iya mbak..”
“Dek Tifa, mbak pulang dulu ya..”
“Bentar mbak, tak telfonin mamaku dulu”, dia masih sibuk dengan hapenya.
“Udah, gak usah..mbak jalan aja. Deket koq, masih jam segini juga”, aku berjalan menuju pintu.
“Mbak.”
“Eh, ya kenapa?”, aku menoleh

Saturday, February 11, 2012

[47] Balada Hari Ini

Jum’at, 10 Februari 2012
“Assalamu’alaikum..”
“Mbak Niiikk....wa’alaikumsalam”, suara girang itu kudengar ketika sang pemilik, Latifa namanya, menghambur ke arahku untuk membukakan pintu yang terkunci.
“Haaii Dek Tifa...gimana, udah sembuh belum?:)
“Udah mbak, hehe..”
“Ikhlaaaasss...mbak Ninik dateng. Buruan makannya.”
Adek kecilku itu terlihat masih nongkrong di depan TV ruang makan, ditemani sepiring nasi yang sudah hampir habis..
“Eh,,gakpapa, makan aja, mbak sholat dulu ya..”, aku langsung menuju kamar tempat biasa kami belajar untuk meletakkan tasku dan ambil air wudhu.
***
Waahh...adekku pengertian banget
Sebelum aku sholat ternyata Dek Ikhlas sudah masuk ke kamar. Ya...terpaksa dia nungguin aku sholat. Baru aja selesai sholat..
“Mbak,,,ayoo, belajar, aku ada PR nih”, pintanya sedikit tidak sabar.
“Iya,,pe er apa? tuh ambil karpetnya dulu gih, sama mejanya sekalian ya”, tanganku masih sibuk melipat mukena dan sajadah.
“PR IPS sama bahasa inggris mbak”
“Okeh...ntar kita kerjain sama2 yak...”
Baru aja aku buka bukunya, dia tiba2 berdiri..

Monday, January 30, 2012

[46] Keluarga Baru-4 Hari Petualangan Jogja

Perjalanan kami selama beberapa hari di Jogja memberikan kesan mendalam tentang indahnya silaturahim. Bertemu dengan orang-orang baru. Menemukan keluarga baru yang dengan tulus memberikan pelayanan kepada kami. Mungkin sudah sedikit kuceritakan bagaimana kami disambut oleh keluarga kawanku. Kehangatan itu juga kami dapat ketika kami pulang dari perjalanan ke pantai Siung. Setelah akhirnya kami memutuskan untuk tidak menginap di dekat pantai, tujuan kami adalah rumah Simbah-begitu kami memanggilnya-, atau kawanku yang asli Jogja biasa memanggil beliau dengan sebutan Buwo. Hampir jam 12 malam, ketika itu motor kami sudah sampai di pelataran, Simbah buru-buru membukakan pintu buat kami.

Thursday, January 26, 2012

[45] First Destination>>Pantai! -Siung (4 Hari Petualangan Jogja)

Jum’at siang itu kami memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah POM bensin di jalan Jogja-Bantul. Mengisi bahan bakar sekaligus sholat dzuhur. Selesai sholat kami melanjutkan perjalanan ke rumah seorang kawan yang akan membantu kami, menjadi guide selama di Jogja. Melakukan sebuah perjalanan ke tempat baru sepertinya kurang lengkap tanpa insiden kesasar,,hehe..nggak se-ekstrim itu juga sih, cuma mau bilang “nyasar itu hal yang wajar dan mungkin terjadi ketika kita menempuh perjalanan ke tempat baru”. Sedikit nanya-nanya akhirnya kami sampai ke rumah kawanku itu. Kami disambut ramah oleh keluarga tuan rumah, baru lima menit duduk kami sudah “dipaksa” menikmati masakan sang empunya rumah.#hehe...pemaksaan yang menyenangkan tentunya:D#.

Wednesday, January 25, 2012

[44] Let's Enjoy D'journey- 4 Hari Petualangan Jogja (1)

19 Januari 2012 19:45
Sipp! Tas ransel sudah siap dengan muatan yang dari satu setengah jam lalu ku packing. Tak butuh waktu lama-lama, itu memang kebiasaanku. Meski kadang harus terburu-buru#bukan kadang deh kayaknya,,tapi sering!hehe..#. Kreta yang akan kutumpangi berangkat jam 20:35. Jam 8 kurang 5 menit aku dan seorang kawan keluar kosan, agak berlari menyusul kawan lain yang udah berangkat beberapa menit sebelumnya. 
Taksi yang kami tumpangi berpacu dengan waktu.

Friday, January 13, 2012

[43] Uluran Tanganku_Sheila On 7

Teman kecil kau terdiam tak berdaya
Ijinkan ku membantu beri seteguk susu
Kawan kecil kau menunduk dan tertegun
Pandangi lelaki yang terkapar di sampingmu
 
Mereka bilang itu ayahmu
Entah apa yang ada dibenakmu
Tapi bahasa tubuhmu tunjukkan
Sobat kecil kau belum mengerti

[42] Daripada Pusing Mending Corat-coret

Suer! bukan maksud mengeluh ya..tapi bener, kali ini aku agak pusing (hehe..maap2). Padahal semalam tidur cukup, tadi juga alhamdulillah udah sarapan, minum air putih udh cukup banyak, sampe beberapa kali mondar mandir dari tempat duduk ke dispenser. 
Hmm...ngomong2 soal air, kawan pasti tau segimana pentingnya air untuk makhluk hidup, termasuk kita manusia. Sekitar 80% tubuh kita terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Wednesday, January 11, 2012

[41] Sprint for 08:00 am. Hurry Up!!!



Nafasku masih berkejaran setelah semenit lalu merasa menang menanggalkan jejak jempolku di mesin perekam itu. Hufft...selama dua bulan empat hari magang, rasanya baru kali ini terasa luar biasa berkejaran dengan waktu.
**
Hari ini seperti biasa, jam tujuh kurang lima belas menit aku keluar dari kosan, bareng dengan seorang temenku, Yogi. Sudah beberapa hari ini kami menjadi penghuni kloter terakhir yang meninggalkan kosan menuju ke tempat magang.

Tuesday, January 10, 2012

[40] Man Jadda Wa Jadda

Pernah gak kawan merasakan sensasi dari sebuah keinginan yang menggebu-gebu? Misalnya semangat menulis yang begitu hebat ketika sehabis mengikuti seminar motivasi jurnalistik, atau misalnya jiwa enterpreneur yang membuncah setelah mengikuti seminar kewirausahaan? atau contoh lain misalnya semangat untuk memanajemen waktu dengan baik setelah mendengar ceramah yang 'membakar'?  Semangat menghafal Al Qur'an yang membuncah setelah membaca kisah seorang anak berumur 5 tahun yang telah khatam 30 Juz, hafal diluar kepala. Mungkin kita pernah merasakan salah satu dari hal tersebut, atau hal lain yang punya sensasi sama seperti itu. Jika iya,, bersyukurlah. Pertanyaannya...apa yang musti kita lakukan ketika mengalami saat itu? Ya...ikuti saja hati kita, puaskan keinginan dan semangat kita. Lakukan saat itu juga untuk memulai semangat baru kita tersebut. Dan yang paling penting, jaga semangat kita agar jangan sampai melemah. Mungkin itu memang cukup sulit, tapi percayalah...man jadda wa jadda, barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil.Jangan pernah takut untuk bermimpi besar, karena Allah Maha Mendengar:)

Thursday, January 5, 2012

[39] Pangeran Kaya, Bukan Itu Kriteria Utamaku

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman..

Monday, January 2, 2012

[38] Semangat Berbagi, Semangat Memberi_Amazing Teacher

2/1/2012  10:30
Lagi...mataku basah tanpa bisa kutahan. Huft..mungkin kelihatannya cengeng sekali ya.. Sebenernya agak malu, tapi untung aku bisa sedikit menyembunyikannya di balik meja kerjaku. Entah kenapa dada ini terasa sesak ketika melihat sebuah acara TV yang menayangkan perjuangan para “pelayan masyarakat”. Ahh...begitu luar biasanya mereka. Di ujung negeri yang sama sekali berbeda dengan tempatku saat ini.

Tuesday, December 20, 2011

[37] Kekasihku Pergi Saat Berjihad (Kisah Pegawai Pajak)

Sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi kita untuk jadi lebih baik..
 -------------
SAYA TEMUKAN SOSOK IDEAL PEGAWAI PAJAK pada mendiang suami saya. Hanya Allah pemilik kesempurnaan, dan Allah menciptakan sosok yang hampir sempurna bagi saya dan anak-anak. Ismail Najib nama lengkapnya. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana di pelosok Jambi. “Ayah,” kami biasa memanggilnya. Ibunya, mertua saya, memanggilnya Mael. Teman kantornya memanggilnya Najib –atau Pak Najib.
Abang pergi mendahului kami. Ia menitipkan tiga buah-hati kami. Dafi Muhammad Faruq, putra, umur enam tahun, kini kelas satu SD. Adiknya, dua putri cantik kami, Kayyisah Zhillan Zhaliila, usia tiga tahun dan Mazaya Hasina Najib, tiga bulan. Ketika Abang mangkat pada 21 Februari 2011, si bungsu masih dalam kandungan empat bulan. Meski telah pergi, Abang mendidik saya menjadi orang kuat dan mandiri. Dengan kondisi long distance, saya memilih homebase di Kota Kembang demi pendidikan anak anak. Dengan bekal ilmu agama yang Almarhum berikan, sekarang saya menjadi tahu apa itu arti syukur, ikhlas, dan tawakal. Itulah yang membuat saya harus bangkit menyikapi keadaan ini.
Pegawai Pajak, pekerjaan yang luar biasa “banyak godaannya”. Abang memberikan pengertian pada saya bahwa materi yang identik melekat dengan pegawai Pajak, jangan menjadi patokan kebahagiaan dan kesenangan. Karena, tidak semua orang Pajak bermateri (saat itu saya tidak mengerti apa maksudnya).
Hingga sekitar 2005, Abang mengutarakan puncak kegundahannya. Setelah bekerja selama satu dekade , kebimbangan itu pun terucap, “Bunda, Ayah takut apa Ayah sudah menafkahi keluarga ini dengan halal?” ia bertanya kepada saya. Banyak pandangan negatif terhadap pegawai Pajak saat itu –bahkan hingga kini. Saya bekerja di satu bank BUMN. Banyak nasabah dan teman seprofesi yang “curhat” tentang tindak-tanduk pegawai Pajak dan betapa ribetnya mengurus pajak –waktu itu, sebelum modern.
Kami melihat kenyataan bahwa saat itu ada pegawai pelaksana yang punya rumah dan mobil mewah. Abang seorang kepala seksi, dan kondisi itu yang membuat Abang sering memberi pengertian pada saya. Sebagai seorang istri pegawai Pajak, saya harus hidup sederhana dengan gaji sebagai PNS. “Jangan pernah terpengaruh dan mempengaruhi suami untuk mendapatkan sesuatu yang tidak halal,” Abang memberi nasihat.
“Apa gaji yang ayah terima ini halal?” kembali ia gusar. “Nafkahilah keluarga ini dengan keringatmu. Bun percaya Ayah akan memberikan yang terbaik untuk kami,” jawab saya.
“Kira kira bagaimana jika Ayah keluar saja? Jadi guru ngaji,” tuturnya membulatkan tekad. Matanya berlinang. Saya pun ikut menangis saat itu.
“Ayah, apa gak mau lingkungan Ayah jadi lebih baik? Kalau Ayah mundur sekarang, gak ada perubahan di Pajak. Ayah harus mengubah kebiasaan itu. Pajak memerlukan orang seperti Ayah untuk bisa berubah. Ayah pasti bisa,” tutur saya menyambung percakapan waktu itu.

Tuesday, December 13, 2011

[36] Bicara Remaja, Bicara Moral


Remaja merupakan generasi penerus yang akan membawa tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini. Bicara tentang remaja, rasanya tidak bisa lepas dari berbagai masalah yang menyertainya. Tawuran, narkoba, sex bebas, merupakan beberapa dari banyak hal yang seharusnya menjadi keprihatinan kita pada dunia remaja.
Remaja adalah sosok yang memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar. Keinginannya untuk berekspresi begitu tinggi. Kalau ekspresi tersebut dalam hal yang baik, seperti prestasi sekolah, bersosialisasi dalam organisasi kemasyarakatan, tentu sah-sah saja, malah perlu kita berikan dorongan. Tetapi repotnya adalah,  remaja saat ini sering salah dalam mengartikan kebebasan berekspresi. Mereka menganggap bahwa sex bebas diluar nikah adalah sesuatu yang lazim, sesuatu yang patut dicoba, terlebih lagi bagi remaja yang terikat dengan status “pacaran”. Mengapa hal tersebut (hubungan sex di luar nikah) begitu marak terjadi?
Faktor pertama yang menurut saya menjadi pemicu adalah kurangnya kontrol dan komunikasi dari orang tua atau keluarga. Rasa tidak nyaman berada dalam keluarga karena kurangnya komunikasi akan memicu seorang remaja untuk mencari sesuatu yang Ia inginkan di luar rumah. Berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan seksualitas, keluarga seharusnya menjadi tempat pertama bagi remaja untuk memperoleh informasi yang benar tentang hal tersebut. Jika tidak, para remaja akan mencari sendiri dari sumber lain. Dengan kemajuan teknologi dan arus informasi, seseorang akan dengan mudahnya mengakses hal-hal yang berbau porno melalui TV, VCD, koran dan majalah, internet, bahkan lewat handphone. Sehebat apapun pengaruh dari luar, jika dari dalam individu seorang remaja itu sendiri memiliki pertahanan yang kuat, tentunya Ia tidak akan sampai terjerumus ke dalam hal-hal yang dilarang oleh agama. Dan di sinilah orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama, peran yang pertama dan utama.
Faktor kedua adalah lingkungan pergaulan/teman. Dengan siapa seseorang bergaul sedikit banyak akan berpengaruh terhadap bagaimana perilakunya. Remaja biasanya merasa risih jika harus menyampaikan masalah reproduksi/seksualnya kepada orang tua, mereka lebih nyaman bercerita hal tersebut dengan temannya. Hal ini mungkin karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara remaja dengan orang tua, sehingga timbul rasa tidak percaya dalam diri remaja tersebut. Dalam sebuah komunitas pergaulan, seorang remaja biasanya akan terdorong untuk melakukan apa yang dilakukan oleh komunitasnya, mekipun Ia tahu hal tersebut tidak benar. Tidak sedikit kita dengar bahwa seseorang melakukan perbuatan zina dan hal-hal lain yang dilarang karena terpengaruh ajakan dan ejekan dari teman sepergaulannya. Contohnya, seorang remaja yang belum pernah merokok dibilang norak/kampungan, orang yang belum pernah ciuman dikatakan ketinggalan jaman,  yang belum pernah berhubungan sex dicap cupu, dsb. Di sinilah bahayanya, teman sepergaulan tidak menjamin seseorang memperoleh informasi yang tepat tentang masalah reproduksi dan seksual, justru jika salah memilih teman, seorang remaja akan ikut terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang.
Faktor selanjutnya adalah berasal dari lingkungan sekolah. Sekolah sebagai madrasah kedua setelah keluarga memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam membentuk karakter remaja yang beretika. Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi seharusnya diberikan kepada seluruh siswa dengan cara yang tepat, tidak mengundang rasa penasaran pada diri remaja, serta tetap menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Selanjutnya adalah lemahnya peran masyarakat serta pemerintah. Peran di sini dapat berupa control dari masyarakat atau berupa kebijakan yang kurang tepat dari pemerintah. Sebagai contoh, kebijakan pemerintah untuk mencegah semakin maraknya seks bebas adalah dengan membagi-bagikan kondom gratis. Yang terjadi adalah, bukannya makin mereda tetapi malah praktek seks bebas oleh remaja semakin menjadi-jadi.
Intinya, semua pihak sebenarnya harus turut bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada remaja saat ini. Yang penting adalah jangan sampai memberikan sesuatu yang justru semakin membuat moral remaja semakin terdegradasi. Dengan langkah bersama dan tekad yang kuat, saya yakin sedikit demi sedikit kita akan dapat memperbaiki kondisi yang makin terpuruk ini.