Tuesday, April 17, 2012

[53] Hemat Pangkal.....???

9 april 2012
Aku masih saja tersenyum geli ketika angkot jurusan Melayu-Gandaria melaju membawaku ke Otista Raya. Adek lesku secara tak sengaja, secara alami, telah membuatku agak jengkel tapi juga tertawa geli. Pelajaran matematika dan bahasa indonesia menjadi menu utama hari ini. Mungkin sama seperti kebanyakan anak kelas 2 SD yang lain, adekku ini susah sekali untuk fokus belajar, maunya maen2 aja. setiap akan belajar adaaa aja tingkahnya. Sepak (bola) boneka, loncat2 di kasur, sampe manjat lemari ,,,ckckck. 
"Heh,,ayo turun dek, jatuh lho ntar", sedikit khawatir, tapi aku masih sambil menulis di whiteboard yang ada di bawah.
"Ahh...gapapa mbak ngomong aja, masih denger kok"
Dua menit berjalan...tiba-tiba...kyaaaa, dia lompat membanting dirinya dari atas lemari ke kasur >,<

Thursday, February 23, 2012

[52] Sempurna_My Own Version

[pake lagunya Gita Gutawa, Andra and The Backbone] 

Kau begitu sempurna
dimataku Kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujaMu
disetiap langkahku ku kan slalu memikirkan diriMu
tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintaMu

janganlah Kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamaMu ku akan bisa

Kau adalah Allahku
Kau adalah Robbiku
Kau adalah Tuhanku
lengkapi hidupku
oh Allah Engkau Yang Maha Sempurna

Monday, February 20, 2012

[51] Ibu...Aku Juga Anakmu..

Setiap anak punya hak atas orang tuanya. Hak untuk memperoleh kasih sayang, perhatian, hak untuk tercukupi kebutuhannya-yang tentu ada batasannya-, hak untuk memperoleh sarana pengetahuan dan pengembangan diri, dsb; dan adalah kewajiban orang tua untuk berlaku adil terhadap anak-anaknya. Terkadang aku merasa kasihan jika ada anak yang diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya, sedangkan ia melihat saudaranya 'dilebihkan' dari dirinya.
Pengalamanku sendiri dalam melihat kondisi seperti itu, kulihat di keluarga adek lesku. Seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, adek lesku ada dua, I***** dan L*****. Mereka punya kakak, ***** namanya. Dia adalah anak yatim yang kemudian diangkat dan diasuh oleh keluarga adek lesku. Entah saat umur berapa, ayahnya-yang merupakan saudara dari ayahnya I*****-meninggal karena stroke. Sejak saat itu ia tinggal bersama keluarga dek I. ***** sendiri mungkin merasa sadar bahwa ia berhutang budi pada keluarga dek I, sehingga ia terlihat lebih mengalah daripada adik-adiknya (meskipun dalam hati juga pastinya ingin diperlakukan sama). Pernah suatu ketika dia menyatakan isi hatinya, ketika kami-aku dan dek I-tengah belajar.
"Enak ya jadi dek I*****, mau belajar bisa les. Apa-apa diturutin", dia masih duduk di kasur yang terletak di samping tempat belajar kami. Mukanya tenang. Mungkin saat itu hatinya sedang bergejolak.

Thursday, February 16, 2012

[50] Subhanallah..Usia 82 Tahun Hafal Al Qur'an

RUBRIK KELUARGA pada Majalah Ad-Dakwah selalu menghadirkan kepada para pembacanya kisah-kisah yanq penuh keteladanan dan juga berbagai informasi yang menyejukkan hati.
Berikut ini adalah salah satu pengalaman nyata yang dimuat dalam majalah tersebut.  Mari kita simak bersama!
Ummu Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.
Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih.
Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?
Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.
Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat.   Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.
Nah, ketika mereka sudah dewasa dan berkeluarga, maka waktu ku pun kembali luang. Dan hal yang pertama kali aku tunaikan adalah mencurahkan tenaga dan waktuku untuk mewujudkan cita-cita agungku yang tertunda untuk menghafal Kitabullah Azza wa Jalla.
Bagaimana awal perjalanan Anda dalam menghafal?
Aku mulai menghafal kembali ketika putri bungsuku masih duduk di bangku Tsanawiyah (SMP).  Dia salah satu putriku yang paling dekat denganku, dan dia sangat mencintaiku.  Sebab kakak-kakak perempuannya telah menikah dan disibukkan dengan kehidupan baru mereka.  Sedangkan, dia (putri bungsuku) tinggal bersamaku. Dia sangat santun, jujur, dan mencintai kebaikan.
Putri bungsuku pun bercita-cita untuk menghafal Al-Qur’an—terlebih ketika ustadzahnya menyemangati dirinya. Dari sinilah, saya dan juga putri bungsuku menghafal Al-Qur’an, setiap hari 10 ayat.

[49] Kisah Inspiratif dari Tukang Becak Yang Luar Biasa!!!

BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.


Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Monday, February 13, 2012

[48] Balada Hari Ini_Pak, Jangan Tilang Kami Doong*_*

Hari ini just ngerjain pe er, tak ada belajar matematika, jadi sekitar jam delapan kami udh selesai. Selanjutnya giliran Latifa belajar. Tak seperti adiknya, ia lebih suka belajar matematika. Sekitar lima belas menit berjalan, lima soal tentang pecahan telah diselesaikan. Kemudian ia memintaku menjelaskan tentang materi berikutnya, masih tentang pecahan-penjumlahan dan pengurangan pecahan. Alhamdulillah, jam setengah sembilan lewat sepuluh menit akhirnya selesai juga. Biasanya aku pulang dianter sama papa/mamanya adek lesku sampe ketemu angkot di jalan, tapi hari ini kulihat dirumah agak sepi, aku sudah menduga kalo mereka masih ada urusan di luar.
“Dek, mbak pulang dulu ya”, Ikhlas dan kakaknya, Ridho, masih nonton TV di deket ruang makan.
“Iya mbak..”
“Dek Tifa, mbak pulang dulu ya..”
“Bentar mbak, tak telfonin mamaku dulu”, dia masih sibuk dengan hapenya.
“Udah, gak usah..mbak jalan aja. Deket koq, masih jam segini juga”, aku berjalan menuju pintu.
“Mbak.”
“Eh, ya kenapa?”, aku menoleh

Saturday, February 11, 2012

[47] Balada Hari Ini

Jum’at, 10 Februari 2012
“Assalamu’alaikum..”
“Mbak Niiikk....wa’alaikumsalam”, suara girang itu kudengar ketika sang pemilik, Latifa namanya, menghambur ke arahku untuk membukakan pintu yang terkunci.
“Haaii Dek Tifa...gimana, udah sembuh belum?:)
“Udah mbak, hehe..”
“Ikhlaaaasss...mbak Ninik dateng. Buruan makannya.”
Adek kecilku itu terlihat masih nongkrong di depan TV ruang makan, ditemani sepiring nasi yang sudah hampir habis..
“Eh,,gakpapa, makan aja, mbak sholat dulu ya..”, aku langsung menuju kamar tempat biasa kami belajar untuk meletakkan tasku dan ambil air wudhu.
***
Waahh...adekku pengertian banget
Sebelum aku sholat ternyata Dek Ikhlas sudah masuk ke kamar. Ya...terpaksa dia nungguin aku sholat. Baru aja selesai sholat..
“Mbak,,,ayoo, belajar, aku ada PR nih”, pintanya sedikit tidak sabar.
“Iya,,pe er apa? tuh ambil karpetnya dulu gih, sama mejanya sekalian ya”, tanganku masih sibuk melipat mukena dan sajadah.
“PR IPS sama bahasa inggris mbak”
“Okeh...ntar kita kerjain sama2 yak...”
Baru aja aku buka bukunya, dia tiba2 berdiri..

Monday, January 30, 2012

[46] Keluarga Baru-4 Hari Petualangan Jogja

Perjalanan kami selama beberapa hari di Jogja memberikan kesan mendalam tentang indahnya silaturahim. Bertemu dengan orang-orang baru. Menemukan keluarga baru yang dengan tulus memberikan pelayanan kepada kami. Mungkin sudah sedikit kuceritakan bagaimana kami disambut oleh keluarga kawanku. Kehangatan itu juga kami dapat ketika kami pulang dari perjalanan ke pantai Siung. Setelah akhirnya kami memutuskan untuk tidak menginap di dekat pantai, tujuan kami adalah rumah Simbah-begitu kami memanggilnya-, atau kawanku yang asli Jogja biasa memanggil beliau dengan sebutan Buwo. Hampir jam 12 malam, ketika itu motor kami sudah sampai di pelataran, Simbah buru-buru membukakan pintu buat kami.

Thursday, January 26, 2012

[45] First Destination>>Pantai! -Siung (4 Hari Petualangan Jogja)

Jum’at siang itu kami memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah POM bensin di jalan Jogja-Bantul. Mengisi bahan bakar sekaligus sholat dzuhur. Selesai sholat kami melanjutkan perjalanan ke rumah seorang kawan yang akan membantu kami, menjadi guide selama di Jogja. Melakukan sebuah perjalanan ke tempat baru sepertinya kurang lengkap tanpa insiden kesasar,,hehe..nggak se-ekstrim itu juga sih, cuma mau bilang “nyasar itu hal yang wajar dan mungkin terjadi ketika kita menempuh perjalanan ke tempat baru”. Sedikit nanya-nanya akhirnya kami sampai ke rumah kawanku itu. Kami disambut ramah oleh keluarga tuan rumah, baru lima menit duduk kami sudah “dipaksa” menikmati masakan sang empunya rumah.#hehe...pemaksaan yang menyenangkan tentunya:D#.

Wednesday, January 25, 2012

[44] Let's Enjoy D'journey- 4 Hari Petualangan Jogja (1)

19 Januari 2012 19:45
Sipp! Tas ransel sudah siap dengan muatan yang dari satu setengah jam lalu ku packing. Tak butuh waktu lama-lama, itu memang kebiasaanku. Meski kadang harus terburu-buru#bukan kadang deh kayaknya,,tapi sering!hehe..#. Kreta yang akan kutumpangi berangkat jam 20:35. Jam 8 kurang 5 menit aku dan seorang kawan keluar kosan, agak berlari menyusul kawan lain yang udah berangkat beberapa menit sebelumnya. 
Taksi yang kami tumpangi berpacu dengan waktu.

Friday, January 13, 2012

[43] Uluran Tanganku_Sheila On 7

Teman kecil kau terdiam tak berdaya
Ijinkan ku membantu beri seteguk susu
Kawan kecil kau menunduk dan tertegun
Pandangi lelaki yang terkapar di sampingmu
 
Mereka bilang itu ayahmu
Entah apa yang ada dibenakmu
Tapi bahasa tubuhmu tunjukkan
Sobat kecil kau belum mengerti

[42] Daripada Pusing Mending Corat-coret

Suer! bukan maksud mengeluh ya..tapi bener, kali ini aku agak pusing (hehe..maap2). Padahal semalam tidur cukup, tadi juga alhamdulillah udah sarapan, minum air putih udh cukup banyak, sampe beberapa kali mondar mandir dari tempat duduk ke dispenser. 
Hmm...ngomong2 soal air, kawan pasti tau segimana pentingnya air untuk makhluk hidup, termasuk kita manusia. Sekitar 80% tubuh kita terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Wednesday, January 11, 2012

[41] Sprint for 08:00 am. Hurry Up!!!



Nafasku masih berkejaran setelah semenit lalu merasa menang menanggalkan jejak jempolku di mesin perekam itu. Hufft...selama dua bulan empat hari magang, rasanya baru kali ini terasa luar biasa berkejaran dengan waktu.
**
Hari ini seperti biasa, jam tujuh kurang lima belas menit aku keluar dari kosan, bareng dengan seorang temenku, Yogi. Sudah beberapa hari ini kami menjadi penghuni kloter terakhir yang meninggalkan kosan menuju ke tempat magang.

Tuesday, January 10, 2012

[40] Man Jadda Wa Jadda

Pernah gak kawan merasakan sensasi dari sebuah keinginan yang menggebu-gebu? Misalnya semangat menulis yang begitu hebat ketika sehabis mengikuti seminar motivasi jurnalistik, atau misalnya jiwa enterpreneur yang membuncah setelah mengikuti seminar kewirausahaan? atau contoh lain misalnya semangat untuk memanajemen waktu dengan baik setelah mendengar ceramah yang 'membakar'?  Semangat menghafal Al Qur'an yang membuncah setelah membaca kisah seorang anak berumur 5 tahun yang telah khatam 30 Juz, hafal diluar kepala. Mungkin kita pernah merasakan salah satu dari hal tersebut, atau hal lain yang punya sensasi sama seperti itu. Jika iya,, bersyukurlah. Pertanyaannya...apa yang musti kita lakukan ketika mengalami saat itu? Ya...ikuti saja hati kita, puaskan keinginan dan semangat kita. Lakukan saat itu juga untuk memulai semangat baru kita tersebut. Dan yang paling penting, jaga semangat kita agar jangan sampai melemah. Mungkin itu memang cukup sulit, tapi percayalah...man jadda wa jadda, barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil.Jangan pernah takut untuk bermimpi besar, karena Allah Maha Mendengar:)

Thursday, January 5, 2012

[39] Pangeran Kaya, Bukan Itu Kriteria Utamaku

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman..

Monday, January 2, 2012

[38] Semangat Berbagi, Semangat Memberi_Amazing Teacher

2/1/2012  10:30
Lagi...mataku basah tanpa bisa kutahan. Huft..mungkin kelihatannya cengeng sekali ya.. Sebenernya agak malu, tapi untung aku bisa sedikit menyembunyikannya di balik meja kerjaku. Entah kenapa dada ini terasa sesak ketika melihat sebuah acara TV yang menayangkan perjuangan para “pelayan masyarakat”. Ahh...begitu luar biasanya mereka. Di ujung negeri yang sama sekali berbeda dengan tempatku saat ini.

Tuesday, December 20, 2011

[37] Kekasihku Pergi Saat Berjihad (Kisah Pegawai Pajak)

Sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi kita untuk jadi lebih baik..
 -------------
SAYA TEMUKAN SOSOK IDEAL PEGAWAI PAJAK pada mendiang suami saya. Hanya Allah pemilik kesempurnaan, dan Allah menciptakan sosok yang hampir sempurna bagi saya dan anak-anak. Ismail Najib nama lengkapnya. Ia terlahir dari keluarga yang sederhana di pelosok Jambi. “Ayah,” kami biasa memanggilnya. Ibunya, mertua saya, memanggilnya Mael. Teman kantornya memanggilnya Najib –atau Pak Najib.
Abang pergi mendahului kami. Ia menitipkan tiga buah-hati kami. Dafi Muhammad Faruq, putra, umur enam tahun, kini kelas satu SD. Adiknya, dua putri cantik kami, Kayyisah Zhillan Zhaliila, usia tiga tahun dan Mazaya Hasina Najib, tiga bulan. Ketika Abang mangkat pada 21 Februari 2011, si bungsu masih dalam kandungan empat bulan. Meski telah pergi, Abang mendidik saya menjadi orang kuat dan mandiri. Dengan kondisi long distance, saya memilih homebase di Kota Kembang demi pendidikan anak anak. Dengan bekal ilmu agama yang Almarhum berikan, sekarang saya menjadi tahu apa itu arti syukur, ikhlas, dan tawakal. Itulah yang membuat saya harus bangkit menyikapi keadaan ini.
Pegawai Pajak, pekerjaan yang luar biasa “banyak godaannya”. Abang memberikan pengertian pada saya bahwa materi yang identik melekat dengan pegawai Pajak, jangan menjadi patokan kebahagiaan dan kesenangan. Karena, tidak semua orang Pajak bermateri (saat itu saya tidak mengerti apa maksudnya).
Hingga sekitar 2005, Abang mengutarakan puncak kegundahannya. Setelah bekerja selama satu dekade , kebimbangan itu pun terucap, “Bunda, Ayah takut apa Ayah sudah menafkahi keluarga ini dengan halal?” ia bertanya kepada saya. Banyak pandangan negatif terhadap pegawai Pajak saat itu –bahkan hingga kini. Saya bekerja di satu bank BUMN. Banyak nasabah dan teman seprofesi yang “curhat” tentang tindak-tanduk pegawai Pajak dan betapa ribetnya mengurus pajak –waktu itu, sebelum modern.
Kami melihat kenyataan bahwa saat itu ada pegawai pelaksana yang punya rumah dan mobil mewah. Abang seorang kepala seksi, dan kondisi itu yang membuat Abang sering memberi pengertian pada saya. Sebagai seorang istri pegawai Pajak, saya harus hidup sederhana dengan gaji sebagai PNS. “Jangan pernah terpengaruh dan mempengaruhi suami untuk mendapatkan sesuatu yang tidak halal,” Abang memberi nasihat.
“Apa gaji yang ayah terima ini halal?” kembali ia gusar. “Nafkahilah keluarga ini dengan keringatmu. Bun percaya Ayah akan memberikan yang terbaik untuk kami,” jawab saya.
“Kira kira bagaimana jika Ayah keluar saja? Jadi guru ngaji,” tuturnya membulatkan tekad. Matanya berlinang. Saya pun ikut menangis saat itu.
“Ayah, apa gak mau lingkungan Ayah jadi lebih baik? Kalau Ayah mundur sekarang, gak ada perubahan di Pajak. Ayah harus mengubah kebiasaan itu. Pajak memerlukan orang seperti Ayah untuk bisa berubah. Ayah pasti bisa,” tutur saya menyambung percakapan waktu itu.

Tuesday, December 13, 2011

[36] Bicara Remaja, Bicara Moral


Remaja merupakan generasi penerus yang akan membawa tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini. Bicara tentang remaja, rasanya tidak bisa lepas dari berbagai masalah yang menyertainya. Tawuran, narkoba, sex bebas, merupakan beberapa dari banyak hal yang seharusnya menjadi keprihatinan kita pada dunia remaja.
Remaja adalah sosok yang memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar. Keinginannya untuk berekspresi begitu tinggi. Kalau ekspresi tersebut dalam hal yang baik, seperti prestasi sekolah, bersosialisasi dalam organisasi kemasyarakatan, tentu sah-sah saja, malah perlu kita berikan dorongan. Tetapi repotnya adalah,  remaja saat ini sering salah dalam mengartikan kebebasan berekspresi. Mereka menganggap bahwa sex bebas diluar nikah adalah sesuatu yang lazim, sesuatu yang patut dicoba, terlebih lagi bagi remaja yang terikat dengan status “pacaran”. Mengapa hal tersebut (hubungan sex di luar nikah) begitu marak terjadi?
Faktor pertama yang menurut saya menjadi pemicu adalah kurangnya kontrol dan komunikasi dari orang tua atau keluarga. Rasa tidak nyaman berada dalam keluarga karena kurangnya komunikasi akan memicu seorang remaja untuk mencari sesuatu yang Ia inginkan di luar rumah. Berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan seksualitas, keluarga seharusnya menjadi tempat pertama bagi remaja untuk memperoleh informasi yang benar tentang hal tersebut. Jika tidak, para remaja akan mencari sendiri dari sumber lain. Dengan kemajuan teknologi dan arus informasi, seseorang akan dengan mudahnya mengakses hal-hal yang berbau porno melalui TV, VCD, koran dan majalah, internet, bahkan lewat handphone. Sehebat apapun pengaruh dari luar, jika dari dalam individu seorang remaja itu sendiri memiliki pertahanan yang kuat, tentunya Ia tidak akan sampai terjerumus ke dalam hal-hal yang dilarang oleh agama. Dan di sinilah orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama, peran yang pertama dan utama.
Faktor kedua adalah lingkungan pergaulan/teman. Dengan siapa seseorang bergaul sedikit banyak akan berpengaruh terhadap bagaimana perilakunya. Remaja biasanya merasa risih jika harus menyampaikan masalah reproduksi/seksualnya kepada orang tua, mereka lebih nyaman bercerita hal tersebut dengan temannya. Hal ini mungkin karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara remaja dengan orang tua, sehingga timbul rasa tidak percaya dalam diri remaja tersebut. Dalam sebuah komunitas pergaulan, seorang remaja biasanya akan terdorong untuk melakukan apa yang dilakukan oleh komunitasnya, mekipun Ia tahu hal tersebut tidak benar. Tidak sedikit kita dengar bahwa seseorang melakukan perbuatan zina dan hal-hal lain yang dilarang karena terpengaruh ajakan dan ejekan dari teman sepergaulannya. Contohnya, seorang remaja yang belum pernah merokok dibilang norak/kampungan, orang yang belum pernah ciuman dikatakan ketinggalan jaman,  yang belum pernah berhubungan sex dicap cupu, dsb. Di sinilah bahayanya, teman sepergaulan tidak menjamin seseorang memperoleh informasi yang tepat tentang masalah reproduksi dan seksual, justru jika salah memilih teman, seorang remaja akan ikut terjerumus dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang.
Faktor selanjutnya adalah berasal dari lingkungan sekolah. Sekolah sebagai madrasah kedua setelah keluarga memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam membentuk karakter remaja yang beretika. Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi seharusnya diberikan kepada seluruh siswa dengan cara yang tepat, tidak mengundang rasa penasaran pada diri remaja, serta tetap menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Selanjutnya adalah lemahnya peran masyarakat serta pemerintah. Peran di sini dapat berupa control dari masyarakat atau berupa kebijakan yang kurang tepat dari pemerintah. Sebagai contoh, kebijakan pemerintah untuk mencegah semakin maraknya seks bebas adalah dengan membagi-bagikan kondom gratis. Yang terjadi adalah, bukannya makin mereda tetapi malah praktek seks bebas oleh remaja semakin menjadi-jadi.
Intinya, semua pihak sebenarnya harus turut bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada remaja saat ini. Yang penting adalah jangan sampai memberikan sesuatu yang justru semakin membuat moral remaja semakin terdegradasi. Dengan langkah bersama dan tekad yang kuat, saya yakin sedikit demi sedikit kita akan dapat memperbaiki kondisi yang makin terpuruk ini.

[35] Bonus Demografi, Bagaimana dengan Afrika?

Perubahan pada faktor-faktor kependudukan secara tidak langsung akan berpengaruh pada perekonomian suatu negara. Perubahan pada struktur umur penduduk misalnya, akan berdampak pada variasi komposisi penduduk Negara tersebut. Negara yang sebagian besar penduduknya adalah penduduk usia muda, maka sumber daya yang dimiliki sebagian besar akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mereka, sehingga pertumbuhan ekonominya rendah. Sebaliknya, jika suatu negara memiliki proporsi penduduk usia kerja yang lebih besar, maka akan terjadi peningkatan output per kapita dan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penduduk muda dapat dialihkan untuk investasi di bidang yang lain, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Transisi demografi dimulai dengan tingkat fertilitas dan mortalitas yang sama-sama tinggi, kemudian pada tahap selanjutnya mortalitas turun sedangkan fertilitas masih tetap tinggi. Penurunan tingkat kematian, terutama kematian bayi terjadi karena pengaruh kemajuan teknologi di bidang kesehatan serta ditemukannya obat-obatan antibiotik. Kohor kelahiran ini kemudian tetap bertahan hingga memasuki usia kerja. Karena jumlahnya yang lebih besar dibandingkan penduduk di kelampok usia yang lain (penduduk muda dan penduduk tua, atau digolongkan penduduk usia tidak produktif), suatu saat akan terjadi dependency ratio berada pada titik terendah, dimana jika kita bisa memanfaatkan kondisi ini dengan baik, kita akan memperoleh keuntungan ekonomis yang disebut dengan bonus demografi (demographic dividend).
Kembali pada permasalahan yang diangkat dalam jurnal penelitian ini, wilayah yang menjadi fokus penelitian adalah negara-negara di Afrika. Hal ini karena peneliti melihat bahwa sebenarnya negara-negara tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk meraih keuntungan dari bonus demografi, namun ada syarat-syarat atau kondisi yang sebelumnya harus dipenuhi, salah satunya adalah institusi yang solid. Lee and Mason  (2006) bersama dengan Bloom dkk  (2003) menyatakan bahwa ketidakefektifan dalam menghadapi transisi demografi dan menyadari adanya bonus demografi terjadi ketika kualitas institusi tidak berada pada tempatnya Dalam hal ini kata “institusi” digunakan untuk menyatakan beberapa dimensi diantaranya : rule of law (bagaimana penegakan hukum di suatu negara), efisiensi birokrasi (apakah lembaga-lembaga yang ada di suatu negara bekerja dengan baik dalam menjalankan tugasnya), korupsi (ada tidaknya korupsi), kebebasan politik (digambarkan dengan adanya kebebasan berpendapat bagi setiap warga negaranya), serta infrastruktur (meliputi fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dll) dan lapangan pekerjaan.
Kemudian apa yang akan terjadi jika kesempatan yang ada (bonus demografi) tidak dimanfaatkan dengan baik, atau tidak disertai dengan kebijakan yang tepat? Jika kondisinya seperti itu, maka bisa dipastikan negara tersebut akan kehilangan kesempatan untuk meraih keuntungan bonus demografi, karena bonus demografi hanya akan terjadi sekali dalam perjalanan penduduk suatu negara, kohor kelahiran yang telah memasuki usia kerja pada gilirannya akan memasuki usia tua/lansia yang dapat kembali menaikkan angka dependency ratio. Akibat berikutnya adalah terjadinya peningkatan pengangguran. Penduduk usia kerja dengan jumlah yang besar tetapi tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai akan menjadi masalah serius bagi suatu negara. Dampak selanjutnya dari kondisi tersebut adalah terjadinya peningkatan kriminalitas serta ketidakstabilan politik.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa Afrika berbeda dengan negara-negara di bagian dunia lain (ROW). Dengan menggunakan data pendapatan nasional serta beberapa variabel yang terkait dengan institusi, dilihat bagaimana hubungan antara faktor-faktor demografi dengan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa faktor-faktor demografi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, tergantung pada kualitas institusi suatu negara. Dinyatakan juga bahwa Afrika bisa dibilang berbeda dengan ROW, dapat dilihat dari rata-rata lama sekolah yang masih 40% dari level yang dicapai di negara-negara bagian lain, serta angka harapan hidup yang 20 tahun lebih rendah dari ROW. Hasil lainnya yaitu bahwa secara rata-rata kualitas institusi di Afrika masih ketinggalan dari ROW. Negara dengan kualitas institusi terbaik  diantaranya adalah Afrika Selatan, Namibia, dan Botswana. Sedangkan negara dengan kualitas intitusi paling buruk yaitu Sudan dan Republik Congo.
 
_Resume dari jurnal Realizing the Demographic Dividend : Is Africa Any Different? karya David E Bloom, David Canning, Günther Fink, Jocelyn Finlay


Wednesday, November 30, 2011

[34] Pemuda Palestina

Tiada kusesal berdiri ditepian jalan
Walau hanya batu senjataku melawan engkau
Ini negeriku dan kami pantas berontak
Perang takkan usai sampai Palestina mulia
Kusadari sebiadab apa dirimu
Dan kau perlu tahu ada Allah diatas sana

Reff :
Aku kencang berlari
Biar kuhadang dengan apa yang kupunya
Hunus saja tubuh ini
Biar kusyahid itu mati yang mulia
Barisan kami Pemuda Palestina

Mimpi jika engkau berharap kami berhenti
Perang takkan usai sampai Palestina mulia
Tanah suci ini kelak akan menjadi saksi
Saat kau terima kehancuran bertubi-tubi

Edcoustic_Pemuda Palestina

Wednesday, October 5, 2011

[33] Catatan Perjalanan Ekspedisi Papandayan 1-2 Oktober 2011

Kira-kira jam 8 lewat 15 menit aku sudah siap dengan ransel hitamku, lengkap dengan peralatan yg sudah dijarkom malam sebelumnya#ehmm...belum lengkap sih, sarung tangan gak ada!:D#
ada sekitar 20 menit aku nunggu tmenku yg masih packing, aku nunggu di ruang tamu kontrakanku, sbenernya ada niatan untuk ke pasar sawo bentar nyari sarung tangan, sapa tau ada yg jual, tapi berhubung waktunya mepet ya gak jadi, pikirku nanti kn mampir ke alf*mart jd bisa beli disana aja.
jam 8.40 kami baru melangkahkan kaki meninggalkan kontrakan. Mampir beli air minum dan coklat, itu aja, sarung tangannya gak ada!#haha...trnyata gak jualan, de javu, dulu kyk pernah liat ada,-ah..mungkin hanya perasaanku saja:D-#. Dgn langkah seribu kami bergegas menuju kampus, tempat kumpul pemberangkatan. Kukira kami berdua adalah yg paling telat, eehhh...trnyata nyampe kmpus masih nunggu, hingga akhirnya jam 10.08 ranger yg kami tumpangi melaju meninggalkan otista. Yg pasti tak lupa, sebelum berangkat narsis dulu...hehe..
21 Persons,,Papandayan...We are ready!!!
Perjalanan di dlm ranger kami nikmati dengan obrolan intelek#haha...ngguaya# tebak2an kyk di acara Ranking 1 nya trans tv ya sepertinya. Gak smuanya ikut sih, ada beberapa orang yg lebih memilih diam atau memejamkan mata krn ngntuk-tp aku yakin mrka diam2 jg dengerin krn mskipun mata trpejam pikiran masih trjaga alias gak bisa tidur krn jalanan yg kayak dipenuhi polisi tidur, ckckck...padahal jalan yg kami lewati itu jalan tol lho*Cipularang*. Ter la lu..
Pukul 13.30 kami memutuskan untuk brhenti di POM bensin. Setelah memenuhi kebutuhan-sholat, jajan, buang air, hehe- kami melanjutkan perjalanan. Pukul 15.30 kami sampai di pertigaan Cisurupan, artinya sudah semakin dekat ke area Camp Davis, tempat parkir. Namun, perjalanan yg tinggal sedikit lagi ini trnyata memerlukan perjuangan dan kesiapan ekstra#halah#. Pasalnya jalan yg kami lewati ini rusak parah, ranger harus berjuang melewati bbrp jalan tanjakan yg dipenuhi lubang di sana sini, dan kami yg di belakang harus bersiap pegangan kuat2 kalau tak ingin badannya terlempar, haha. Alhasil, acara tebak2an makin seru saja, mikir di tengah goncangan, benar2 mengocok perut. Akhirnya setelah satu setengah jam perjalanan, skitar pukul 17.00 kami sampai di  Camp Davis. 
Awalnya kami berencana untuk langsung melakukan pendakian sore itu juga, tapi karena pihak pengelola Gn Papandayan menyarankan untuk menunda sampai besok paginya, ya sudah, kami ikut. Toh kondisi Papandayan sendiri berstatus Siaga 3! Ckckck...bner2 nekat. Jadilah malam pertama kami ngecamp di area Camp Davis, bukan di Pondok Salada seperti rencana semula.

Malam itu selepas maghrib, sambil nunggu makanan siap kami ngobrolin bbrp hal, skripsi lah yg jadi trending topik, karena emg kebanyakan yg di situ anak tgkt 3, plus 3 orang anak tgkt 4 yg jadi narasumber, haha.. selesai makan kami baru melakukan apel pembukaan acara Ekspedisi 34. Dan sekitar jam 9 lewat, bberapa dari kami sudah memasuki tenda, termasuk diriku. Brrrr.....udara malam di Papandayan dingin bangeeeet. Saran saya, demi kenyamanan jangan lupa bawa sarung tangan, matras, ma SB klo mw naek gunung, terutama Papandayan ini, hehe. Untungnya aku masih bisa tidur mskipun gak pake sarung tangan dan jaket yg kupakai pun cm jaket Cheby yg gak trlalu tebal. Rupanya beberapa dari kami malam itu gak tidur karena saking dinginnya, mereka mghabiskan malam dengan beberapa permainan ditemani dengan nyala api unggun yg sepertinya belum cukup untuk menghilangkan rasa dingin yg menusuk.
Jam setengah lima kami dibangunkan untuk sholat subuh, dlanjutkan dengan mengejar sunrise, buru2 naik ke sebuah tempat, berharap melihat sang mentari menampakkan kecantikannya demi mengawali hari. Sayangnya pagi itu langit tertutup kabut dan sedikit mendung sehingga kami harus berbesar hati tidak bisa melihat sunrise dr balik gunung. Tak apalah, di tempat itu kami masih bisa foto2 dan melihat pemandangan kepulan asap yg keluar dari kawah belerang. Setelah itu kami turun lagi untuk mengisi perut, sebelum melakukan pendakian ke puncak.

Kami siaaaap!:)




Uap belerang



Kawah belerang
Biar smgd, foto dulu:D



Selesai sarapan, sekitar jam 08.00 kami start dari Camp Davis menuju ke Pondok Salada. Jalur yg kami lalui relatif gak terlalu sulit, jalurnya terlihat dengan sangat jelas karena sedikit pepohonan alias gersang. Setelah sekitar satu jam perjalanan kami sampai di tempat tujuan pertama tsb, tepatnya pukul 09.12. Di situ kami berhenti sejenak sekedar untuk foto2 dan makan makanan ringan. Tigapuluh menit berlalu dan kami lanjutkan lagi perjalanan ke tujuan berikutnya, Tegal Alun. Untuk sampai ke tempat ini kami membutuhkan waktu sekitar 45 menit #nyampe di Tegal Alun pukul 10.27#. Sebelum sampe ke tujuan kedua ini, sekitar 5 menit dari pondok Salada, kami melewati death zone, sebuah tempat yg dipenuhi dgn pohon2 mati akibat letusan Gn Papandayan pd tahun 2003. Dari death zone ke tegal alun jalurnya cukup menanjak, mgkn di sinilah yg paling terjal jika dibandingkan dgn jalur yg udh kami lewati.
I'm on the death zone. Yeayy!

 
Death Zone




Naah,,,ini dia edelweis di Tegal Alun...what a beautiful flower!
 
beautiful edelweis at tegal alun
edelweis muda














Nyampe di kawah










Wednesday, September 28, 2011

[32] Nasi Goreng Udang Rebon Spesial

Minggu, 25 September 2011
Hari ini ada rangkaian acara Dies Natalies kampus. Nama acaranya Minggu Ceria. Yupz...ajang perlombaan ketangkasan antar kelas, tapi untuk tingkat empat maennya per jurusan. Sayangnya aku gak ikut dateng di acara itu#acaranya gak wajib bwt tingkat 4.
Sbenernya niatnya juga pgen dateng kalo saja aku gak jadi CFD-an. Jam 6.15 tmen satu kontrakanku udh berangkat dengan sepedanya. Aku awalnya emang udh pasrah gak jadi ikut karena gak dapet pinjeman sepeda#temen2 yg punya sepeda ditelpon di sms susah banget, masih pada tidur kyknya,,hee.
"Baiklah, berarti hari ini aku ke Tajun (Taman Simanjuntak, t4 acara minggu ceria)", batinku.
Lima menit kemudian ponselku bergetar karena ada panggilan,
"Nik, ayo ikut, ni ada sepeda punya Dian".
"Tinggi gak galangannya, sama sepeda di Hamasah tinggian mana?"
"Ini tinggi juga sih, tapi masih tinggian yg di Hamasah".
"Waduh, yaudah deh..kalian aja berangkat, aku gak ikut aja gak papa".
"Yaah,,ayolah ikut, ni udah dipinjemin, di tempat Rais".
Kulirik jam ponselku. 6.32 am.
"Hmm,,,Ok deh, tapi tungguin ya, aku siap2 dulu".
"Ok, ditunggu".
Dengan tetap pake rok akhirnya aku berangkat. Gak bawa tas, gak bawa minum, cuma ponsel dan duit aja yg kubawa.
Nyampe diluar, pas liat aku dtg, tmnku nawarin. "Apa kita tukeran aja, kau pake sepedaku, galangannya lebih pendek."
"Hmm,,,ywda klo gitu"
"Tapi pinjemin aku celana olahraga ya.."
"Ok, hayuk."
Pas udah selese ganti, aku nyoba speda pinjeman tadi, dan ternyata emg gak setinggi sepeda di rumah#alhasil gak jd tukeran sepeda#..so masih bisa kalo pake rok, meskipun celana olahraga yg kupake juga kelihatan. Ok lah gpp, berangkat!

Setelah perjalanan sekitar 45 menit*maybe*,,akhirnya kami nyampe di monas. Hmm...narsis dulu pastinya, tapi cuma bntar sih, hhe. Perjalanan berlanjut ke Thamrin dan bunderan HI. Abis poto2 lgsg jalan arah pulang, tapi mampir dulu ke Taman Suropati, ngadem. Lumayan lama sih disitu. Jam 10.13 aku ngajak balik, ada satu hal yg masih mgganjal di pikiranku, makanya pgen cpet2.

Tmen2 trnyata berencana lgsg menuju ke Tajun. Di kmpg melayu aku mampir sebentar bwt beli buah. Dsitu aku sms tmenku kalo aku mau lgsg pulang aja, soalnya blm sholat dhuha*yg jd pikiran dr tadi.
Akhirnya nyampe rumah jam 11.13, alhmdllh masih ada waktu. Nah,,abis itu, karena laper, tiba2 kepikiran buat bikin nasi goreng. Ada nasi satu porsi terakhir, sayang klo dibiarin. Biasanya klo mau masak lagi, dan nasi sisa yg di magicom ditaroh di piring ujung2nya gak kemakan. Makanya ku bikin nasgor. Dan kemaren aku beli udang rebon di pasar, hmm...bisa jd tambahan resep. Sipp dah. Eksekusi!



Saturday, September 24, 2011

[31] Bakso Goreng Bumbu Balado

Kalo yang satu ini iseng2 biqin bakso daging sapi. Bikinnya tadi pagi juga sih, hehe. Hasilnya kurang memuaskan, namanya juga trial error, baru pertama kali juga. Tapi akhirnya bisa ku akalin supaya lebih enak dan lebih menarik. Bakso yang udah jadi ku goreng dan aku ku kasih bumbu balado, dan hasilnya......enak;)

[30] Cari Kesibukan (Ayo Masak), Cilok Bandung

Pasca sidang skripsi (Kamis, 22 Sept 2011), rehat dulu. Alhamdulillah tinggal revisi, jadi kyknya sekarang lagi kurang kerjaan (haiahh,,,somse;D), makanya cari2 kesibukan. Masak! Hehe...yupz..seminggu terakhir ini lg seneng masak. Bahkan kemaren H-1 sidang bukannya belajar, malah masak. Gak pa2 lah, daripada pusing ato stress.
Hari ini kepikiran bwt biqin cilok, yaudah..tadi pagi lgsg capcus ke pasar bwt beli bahan2nya. Hmm...dishare di sini aja kali yak.

Cilok Bandung (Spesial pake ebi)
bahan2:
- tepung tapioka 150 gr
- tepung terigu 150 gr (hehe,,klo aku td pake ukuran kira2, tapioka 6 atw 7 sndok mkn, terigu 6 sndok mkn)
- ebi (udang kering) satu sendok makan, dihaluskan bareng bumbu
bumbu (dihaluskan):
- ketumbar 1/2 sendok makan
- bawang putih 3 siung
- daun bawang, iris tipis
- garam 1/2 sendok teh
- royco rasa ayam, secukupnya (trgntung selera, suka atw gak)
caranya :
uleni bumbu halus dengan tepung, kasih air dikit2 sampe kalis, bentuk bulat2, masukkan ke air mendidih di atas kompor, tunggu sampe bulatannya ngapung, klo udh ngapung smua, masak smpe mtg krg lbh 10-15 mnit, tiriskan.
bumbu sambel kacang:
bahannya: kacang tanah, cabe merah, bwg putih (tiga bahan ini digoreng), garam, gula merah. Biqin sambel kacang. klo udh jadi encerkan dgn air, tp jgn trlalu encer, tuang ke cilok. Cilok siap disantap.


Sunday, August 21, 2011

[29] ROAD TO PACIFIC PLACE (Indonesia Seven Summitters)

Sabtu, 20 Agustus 2011
Di saat sebagian besar temen2 udah pada pulang kampung-ritual yang selalu dinanti oleh anak rantau macam kami ini-kami ber enam (Aku, Mb Nad, Marlin, Fajar, Rifa, Salim), yang tergabung dalam satu wadah GPA Cheby menikmati sisi lain kota Jakarta. Kusebut sisi lain karena sesuatu (tempat) yang kulihat hari ini emang bukanlah hal yang dekat dengan kami. Bagaimana mungkin kami yang anak rantau, hobinya maen ke hutan, bisa menikmati kemegahan dan keglamouran kota Jakarta seperti yang kulihat ini, memanjakan diri dengan berbagai barang yang harganya mencapai jutaan rupiah-padahal it’s just for a cloth-(kalaupun bisa dan punya kesempatan jadi orang kaya, kupikir ada hal lain yang jauh lebih berarti yang bisa kita lakukan dari sekedar memuaskan diri sendiri). Miris sekali. Di sisi lain, banyak orang yang hanya untuk makan aja susah, apalagi memikirkan mau beli baju yang harganya gak masuk akal*gak masuk di akal kami para orang ‘sederhana’*. Ok, baiklah…aku gak akan bahas hal itu, karena emg bukan topik utama tulisan ini, hehe..
Road to Pacific beneran
Tujuan kami adalah Pacific Place, salah satu mall mewah yang ada di Jakarta. Untuk apa kami ke sana? Ehmm..kebetulan ada undangan gratis untuk mengikuti talk show tentang Seven Summiters, anak2 Mahitala dari Universitas Parahyangan yang telah berhasil menaklukkan tujuh puncak tertinggi di dunia. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan buat bangsa ini, mengantarkan Indonesia pada peringkat 53 dari 164 negara dengan seven sumittersnya (bener gak ya?). Sekitar pukul 14.20, lewat 20 menit dari waktu kumpul kami baru dapet bus. Maklum, sepertinya untuk armada bus ini (921) jumlahnya bisa dihitung dengan jari alias minim, setelah menunggu cukup lama tadinya kami memutuskan untuk naik busway, tapi ndilalah pas mau jalan ke shelter ketemu ma bus nya, akhirnya kami naek. Kami naek dari otista berlima, karena satu orang lagi start dari tempat laen. Empat orang yang bareng denganku dapet tempat duduk di bagian depan, tepat di belakang supir, sedangkan aku di belakang, terpisah oleh lima deret kursi penumpang. Setelah sekitar empat puluh menit perjalanan, aku baru sadar kalo ternyata temen2 udah pada turun. Walah…maaf ya teman,,jadi nunggu>.<. Dua puluh menit perjalanan aku manfaatin untuk membaca. Salahnya, hapeku kutaruh di tas, jadi gak kerasa waktu ada sms masuk ngasih tau klo udah mo turun. Sebenernya aku udah nyadar pas Mb Nad berdiri, lagi mengidentifikasi dimana turunnya, waktu itu buru2 kusimpan bacaanku, tapi karena agak kehalang sama penumpang yang berdiri jadi telat taunya. Pas sadar aku langsung minta kondektur bwt stop bus..tapi malah gak buru2 diketok koinnya, soalnya ada penumpang yang mau turun di agak depan, yasudah, ngikut. Tapi untungnya gak terlalu jauh sih, gak papa…ini kan judulnya Road to Pacific Place…jadi gak seru kalo gak ada jalan kakinya (hehe…ngeles.com).


About Indonesia seven summitters
Seperti yang udah kusebutkan di atas,  seven summiters Indonesia adalah anak2 Mahitala dari Unpar yang terdiri dari empat orang yaitu Sofyan Arief Fesa (28), Xaverius Frans (24), Broery Andrew Sihombing (22), dan Janatan Ginting (22). Mereka berhasil menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia yang salah satunya ada di Indonesia, that is puncak Carstensz Pyramid di Papua. Enam puncak lain yaitu Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Afrika, Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia, Vinson Massif (4.889 mdpl ) di Antartika, Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina, Everest (8.848 mdpl) di Nepal dan Denali (6.194 mdpl) di Alaska. Tentunya mereka gak brdiri sendiri dalam ekspedisi ini, terutama berkaitan dengan dana. Dukungan dari berbagai pihak akhirnya mengantarkan mereka kepada prestasi yang membanggakan ini. Bravo Indonesia!
Kreatif itu perlu
Seperti sebuah pengantar yang disampaikan oleh salah seorang tamu undangan, yg mereka bilang beliau ini termasuk salah satu sesepuh pecinta alam dari UI, kita emg harus kreatif di jaman yang penuh persaingan ini. Kenapa Indonesia punya mimpi untuk turut memperoleh gelar seven summitters? Ya harapannya dengan itu akan lebih mengangkat nama Indonesia di dunia internasional. Ada lagi satu gagasan yg belum terwujud (gagasannya sapa lupa, sesepuh pecinta alam juga) yang ingin menaklukkan 25 titik puncak di dunia dengan total ketinggian 8000 mdpl. Itu belum pernah dilakukan sebelumnya. Nah..inilah satu semangat yang patut kita contoh. Semangat untuk menciptakan dan melakukan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh orang lain. Semangat memunculkan kreatifitas yang akan mengantarkan pada prestasi baru. Kalo kata Salim…dia mau menaklukkan tujuh palung terdalam yang ada di dunia. Hehe…boleh2 aja Lim..monggo (nama palungnya udah ketemu belum??:D). Klo buat kami yang tingkat empat, kyaknya lagi butuh banget ide2 kreatif untuk dapetin penghasilan baru. Secara nanti setelah wisuda (amiin, insyaAlloh)..kami gak dapet uang id lagi, jadi pengangguran deh, masa’ harus malakin orang tua mulu?-_-“. So…what’s your idea???
Tausyiah Hari Ini
Setelah acara talk show selesai, berbarengan dgn waktu magrib, Alhamdulillah dari panitia menyediakan snack untuk berbuka, plus souvenir majalah& stiker national geographic lengkap dengan tasnya. Dilanjutkan dengan foto2 bentar bersama para seven summitters, sayangnya gak bawa kamera>,< jadi gak bisa dapet gambar yg bagus. Setelah itu kami shalat magrib. Estimasiku, abis dari acara ini mau langsung ke istiqlal buat mabit, karena kiraen sebelum magrib udh selesai. Ternyata baru selesai smuanya sekitar jam 7. Hmm…akhirnya gak jadi mabit u_u.
Oia,,hari ini kami dapet traktiran waffle dari Marlin, kebetulan dy dpt voucer di mall deket pacific place (gak deket2 amat sih, hehe),lmyn free 50%. Awalnya, pas kami nyampe, wafflenya udah habis dan katanya baru ngambil lagi tapi gak tau butuh waktu berapa lama. Bingung antara memutuskan untuk pulang atau nunggu waffle yang gak pasti kapan datangnya. Sbnernya kami udah blg pulang aja gpp, tapi klo pulang sayang bgd vouchernya (kata marlin-kapan lagi, mumpung di sini kan:D). Ok, akhirnya diambil jalan tengah, aku mengusulkan untuk tarawih di mall ini aja. Jadi masih ada kemungkinan dapet waffle, plus yang pasti gak ketinggalan shalat tarawih berjamaah. Akhirnya kami lgsg capcus cari masjidnya. Delapan rakaat tarawih dilanjutkan dengan tiga rakaat witir, diselingi dgn tausyiah singkat dari sang imam. Sayang,,hanya segelintir orang yang ikut shalat berjamaah di masjid yg bisa dibilang lmyn bagus untuk ukuran mall. Diantara sedikit tausyiah yg disampaikan oleh imam adalah tentang kewajiban seorang muslim terhadap Al Qur’an (menurut Sayyid Qutb) yaitu:
  • Meyakini kebenaran Al Qur’an, bahwa Al Qur’an akan tetap dijaga keotentikannya oleh Allah SWT, sampai kapanpun.
  • Membaca dengan haqqa tilawati, dengan sebaik-baik bacaan, sesuai dengan kaidah tajwidnya.
  • Memahami, menghayati, mentadaburi kandungan yang ada dalam Al Qur’an, seperti disebutkan dalam QS Sad[38]: 29 “Kitab (Al Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu  penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal  sehat mendapat pelajaran.”
  • Mengamalkan Al Qur’an untuk sendiri, orang lain, keluarga, serta masyarakat.
Overall, perjalanan hari ini adalah perjalanan yg penuh hikmah, penuh kebersamaan, dan juga pengetahuan baru. Oia,,buat Marlin, makasih ya kami udah ditraktir Starbucks Coffee juga,,ehehehe…
Semangat dan sukses bwt kita smua, Ganbatte!!!:)